Label

Tampilkan postingan dengan label TENTANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TENTANG. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2015

Ternyata Pergaulan Mempengaruhi Masa Depan dan Cita-Cita Kita


Ada yang tahu Mark Victor Hansen? Mungkin hanya beberapa di antara kamu mengingat nama tersebut. OK, sekarang pertanyaannya saya ubah sedikit. Ada yang tahu buku seri "Chicken Soup for the Soul"? Rasanya, buku ini sudah banyak yang membaca atau setidaknya mendengarnya.

Ya, Mark Victor Hansen adalah penulis buku seri yang terkenal sedunia tersebut. Kali ini kita akan belajar sesuatu hal dari Hansen dan sahabatnya, Anthony Robbins. Dua sahabat ini sama-sama menjadi motivator bagi orang banyak.

Suatu saat ketika penghasilan Hansen mencapai US $ 1 Juta, ia bertanya pada Robbins, "Penghasilan Anda demikian besar, bagaimana saya bisa mencapainya juga?"

Saat ditanya, Robbins malah balik bertanya, "Siapa kelompok pemikir utama Anda?" "Kelompok jutawan," jawab Hansen.

"Itulah kekeliruan Anda. Anda harus bergaul dengan kelompok miliarder, pasti mereka akan membuat Anda berpikir pada tingkatan mereka," jawab Robbins.

Setelah Hansen mendapat jawaban tersebut, tak lama ia pun berhasil memperoleh penghasilan hingga US $ 1 Milyar.

Bagaimana kita belajar dari kisah Hansen dan Robbins? Pergaulan yang kita pilih, pertemanan atau komunitas tertentu akan mendatangkan pengaruh bagi kita di masa depan, baik atau buruk. Hal ini diteguhkan juga oleh penelitian yang dilakukan Dr. David dari Universitas Havard, yang menyimpulkan seorang teman atau komunitas akan berpengaruh terhadap kesuksesan setelah 25 tahun.

Pada dasarnya manusia memang senang beradaptasi atau mengikuti pola hidup lingkungannya. Artinya, bila kita bekerja di antara orang-orang yang rajin, berdisiplin tinggi, selalu menjaga mutu dan kualitas, jujur, maka cepat atau lambat kita akan meniru gaya hidup mereka. Namun sebaliknya, bila kita bekerja di lingkungan yang orang-orangnya cenderung malas, telat, tidak disiplin, suka membolos, curang, maka pelan tapi pasti kita akan melakukan hal yang sama.

Senada dengan kesimpulan Dr. David, juga menjadi salah satu poin penting dalam buku "The Secret" (Rhonda Byrne) atau bahkan nasihat Mario Teguh, sang motivator terkenal di negeri ini.

Untuk mencapai apa yang kita cita-citakan, maka akan lebih mudah tercapai bila kita sering berinteraksi dengan orang-orang yang sejalan dengan tujuan kita. Kalau kamu ingin menjadi pemain musik yang handal, tentu akan lebih cepat tercapai bila kamu bergaul dengan musisi, apalagi dari para senior, bukan?

Tentu saja, Hansen, Robbins, Rhonda, atau Mario Teguh sekali pun tidak berarti hanya memilih orang dari kelas tertentu sebagai teman pergaulan. Berteman dan mengenal orang dari berbagai kalangan pasti berguna untuk memperluas pergaulan. Semakin banyak teman maka semakin mudah hidup kita karena bisa saling tolong-menolong.

Namun memiliki batas agar tak terlalu larut dalam pergaulan yang tak sesuai dengan tujuan kita tentu bisa menjaga langkah kita tetap pada jalur. Jadi, bila kita ingin berhasil, tempatkanlah diri kita pada jalur yang benar. Tetapkanlah diri kita untuk selalu bergaul dengan pribadi-pribadi yang dapat memberi pengaruh positif, dan masa depan yang cemerlang pun tersedia bagi kita.



"Kita tidak mungkin bisa terbang seperti rajawali kalau kita hidup di kumpulan ayam."

Foto Menakjubkan Mekkah-Madinah Dari Luar Angksa Hasil Jepretan Astronot Rusia


Seorang Kosmonot/Astronot asal Rusia bernama Anton Shkaplerov mengambil gambar kota suci ummat Islam dari stasiun antariksa ISS (International Space Station).

Anton Shkaplerov mengambill gambar Makkah dan Madinah dari stasiun luar angkasa lalu mempostingnya di jejaring sosial twitter.

"Amazing night view of #Mecca and #Medina from the #ISS," ujar Anton Shkaplerov melalui akun twitter pribadinya @antonastrey, 26 Januari 2015 lalu.

Anton pun menyertakan dua gambar Mekkah dan Madinah bila dilihat dari stasiun luar angkasa. Subhanallah! betul-betul amazing!

Twit Anton Shkaplerov yang berisi foto Mekkah dan Madinah ini pun banyak netizen yang memberi komentar dan riibuan yang meretwit.

ISS (International Space Station) Stasiun Luar Angkasa Internasional adalah sebuah gabungan stasiun luar angkasa, khususnya Mir 2 Rusia, Stasiun Luar Angkasa Freedom Amerika Serikat dan Fasilitas orbital Columbus Eropa, mewakilkan kehadiran manusia tetap di luar angkasa: telah ditempati oleh paling tidak dua orang sejak 2 November 2000. Setiap kali pergantian awak, keempat awak lama dan baru ada di sana dan juga paling tidak satu pengunjung lainnya.


ISS merupakan projek gabungan dari 16 negara: AS, Rusia, Jepang, Kanada, Brasil dan 11 negara dari Uni Eropa. Dan agensi luar angkasa mereka adalah NASA Amerika, Russian Federal Space Agency, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), Canadian Space Agency (CSA/ASC), Brazilian Space Agency (AgĂȘncia Espacial Brasileira) (AEB) dan European Space Agency (ESA).

ISS terletak di orbit sekitar Bumi dengan ketinggian sekitar 360 km, sebuah tipe orbit yang biasanya disebut orbit Bumi rendah. (Ketinggian persisnya bervariasi sejalan dengan waktu sekitar beberapa kilometer dikarenakan seretan atmosfer dan "reboost". Stasiun ini, rata-rata, kehilangan ketinggian 100 meter perhari.) Dia mengorbit Bumi dengan periode 92 menit.

Senin, 04 Mei 2015

7 Negara Menyumbang Kerusakan Bumi

Kerusakan bumi akan terus berjalan seiring waktu. Kerusakan tersebut bisa diakibatkan oleh ulah manusia maupun faktor alam itu sendiri. Berbagai faktor seperti asap pabrik, sampah, dan limbah industri terus menerus menyebabkan pencemaran di muka bumi. 


Dari faktor-faktor tersebut, sejumlah negara menjadi penyebab utama kesusakan bumi. Berikut serupedia mengulasnya dalam 7 Negara Menyumbang Kerusakan Bumi. 

1. USA
Meskipun Amerika menempati peringkat 211 terbaik untuk konversi tempat tinggal dan menghormati alam, namun banyak perilaku buruknya yang melampaui negara-negara lain. Dalam hal ini Amerika adalah pengguna terbesar dalam penggunaan pupuk dan nitrogen, fosfor dan potassium (NPK). Penggunaan pupuk yang berlebihan mengakibatkan pencemaran bahan kimia ke dalam air tanah, bahkan mengubah atau menghancurkan habitat alam. Amerika Serikat juga berada pada peringkat pertama untuk emisi CO2, peringkat ke-dua sebagai tempat polusi air, tempat ke-tiga untuk penangkapan ikan di laut, dan ke-sembilan tempat untuk spesies terancam.

2. India
India berada pada peringkat ke-tiga dunia untuk pencemaran air. Hal ini terjadi sebagai dampak meningkatnya persaingan air di berbagai sektor, termasuk pertanian, industri, domestik, minum, pembangkit energi dan lain-lain. Persaingan ini menyebabkan sumber daya alam berharga menjadi cepat habis. Polusi air pada negara ini juga menyebabkan penghancuran habitat satwa liar yang hidup di perairan. India menempati peringkatke-delapan untuk tiga bidang: spesies terancam, penangkapan liar di laut dan emisi CO2.

3. Brazil
Dari semua tujuh kategori yang dipertimbangkan untuk hasil penelitian ini, Brasil berada dalam semua peringkat sepuluh besar dalam kategori penyumbang kerusakan terbesar di bumi, kecuali penangkapan ikan di laut. Peringkat pertama untuk kehilangan hutan alam, tempat ke-tiga untuk menggunakan pupuk, posisi ke-empat untuk spesies terancam, posisi ke-empat untuk emisi CO2, dan tempat ke-delapan untuk polusi air . Untuk apakah perusakan lingkungan yang luar biasa ini ditujukan? Sebagian besar kerusakan hutan di Brasil terkait erat dengan hutan hujan Amazon yang luas (digambarkan di atas) pembukaan lahan untuk pastureland oleh kepentingan komersial dan spekulatif, kebijakan pemerintah yang salah arah, tidak sesuai proyek Bank Dunia.

Ditambah eksploitasi komersial sumber daya hutan menjadi lahan Kedelai dan tanaman kakao dan peternakan. Bertambahnya populasi manusia di Brazil (saat ini diperkirakan hampir 7 miliar dan diproyeksikan akan mencapai 9-10 milyar pada tahun 2050), kualitas hidup manusia akan menurun secara substansial dalam waktu dekat. Meningkatnya kompetisi untuk sumber daya akan menyebabkan perselisihan dan perang sipil akan lebih sering. Lanjutan degradasi lingkungan ini menuntut negara-negara lain di dunia untuk membantu Brazil dalam konservasi dan restorasi lingkungan.


4. China
Perairan pesisir Cina semakin tercemar oleh segala sesuatu mulai dari minyak, pestisida, dan air limbah. Pencemaran ini membantu Cina mendapatkan peringkat pertama untuk pencemaran air di dunia. Di Cina, 20 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum bersih; lebih dari 70 persen dari danau dan sungai tercemar, dan insiden polusi besar terjadi di dekat rumah-rumah. Organisasi Kesehatan Dunia baru-baru ini memperkirakan bahwa hampir 100 ribu orang meninggal setiap tahunnya karena penyakit yang bersumber dari polusi air. Di China, kepentingan pembangunan ekonomi selalu lebih dimenangkan atas usaha penjagaan dan perlindungan lingkungan.
5. Meksiko
Meksiko memiliki lebih banyak spesies tanaman dan hewan dari hampir semua negara lain: 450 mamalia (Brasil, yang lebih dari dua kali ukuran Meksiko hanya memiliki 394 mamalia); sekitar 1000 burung, 693 reptil, 285 amfibi, dan lebih dari 2000 ikan. Pada pertengahan 1990-an, banyak spesies yang diketahui sudah terancam: 64 mamalia, 36 burung, 18 reptil, 3 amfibi, dan sekitar 85 ikan. Meksiko tidak bergabung dengan Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka (CITES), perjanjian internasional utama untuk menghentikan perdagangan flora fauna terancam dan hampir punah , yang berlaku sejak tahun 1975 hingga tahun 1991. Hal ini menjadikan Mexico menempati peringkat pertama untuk spesies terancam. Juga peringkat ke-sembilan pada tingkat kehilangan hutan alam paling banyak di dunia.
6. Rusia

Hanya kurang dari separuh penduduk Rusia yang memiliki akses air minum aman. Limbah kota dan kontaminasi nuklir menambah masalah besar pada sumber air utama. Rusia di posisi ke-empat untuk pencemaran air terburuk. Peringkat ke-lima terburuk pada kualitas udara emisi CO2–kualitas udara sama buruknya dengan kualitas air. Ada lebih dari 200 kota yang sering melebihi batas polusi Rusia. Peringkat ke-tujuh untuk penangkapan liar di laut.

7. Indonesia
Dan ini yang sangat mengejutkan, negara tercinta kita, Indonesia. Menurut Global Forest Watch, Indonesia adalah wilayah padat hutan pada 1950, namun 40 % dari hutan yang ada pada 1950 tersebut telah hilang hanya dalam waktu 50 tahun berikutnya. Jika dibulatkan, Hutan hujan tropis di Indonesia jumlahnya jatuh dari 162 juta ha menjadi hanya 98 juta ha saja . Untuk ini, Indonesia menempati peringkat ke-dua di hilangnya hutan alam, efek ini menyebabkan indonesia menempati peringkat ke-tiga tempat untuk spesies terancam. Indonesia menempati peringkat ke-tiga untuk emisi CO2, ke-enam untuk penangkapan di laut, ke-enam untuk penggunaan pupuk, dan ke-tujuh untuk pencemaran air.